Nintendo Memenangkan Gugatan Atas Perusahaan Tur “Mario Kart”

Hakim Katsuyuki Kizawa dari Mahkamah Agung Jepang telah memastikan kemenangan Nintedo atas sebuah perusahaan go-kart, Mari Mobility Development Inc., yang menjalankan operasi tur di jalan raya Tokyo bertemakan Mario Kart.

Dengan begitu, pertempuran hukum diantara keduanya selama tiga tahun telah berakhir dengan kemenangan Nintendo.

Nintendo pertama kali menuntut MariCar pada tahun 2017 dikarenakan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan saat tur go-kart berlangsung yang secara tidak langsung akan merusak jenama Mario Kart. Bahkan, sejak tuntutan itu terjadi, telah terjadi beberapa kecelakaan salah satunya dimana seorang pesepeda terluka karena tertabrak go-kart yang disupiri oleh seorang turis asal Taiwan.

Go-kart di jalan raya di Sapporo, Hokkaido bertemakan Mario Kart. Foto oleh Miki Yoshihito, Flickr.

In 2017, Nintendo first filed against MariCar over fears that accidents that occur during the go-kart tours could damage the Mario Kart brand. In fact, since filing, a cyclist and building were both struck by karts in separate incidents.

Pada September 2018, Pengadilan Daerah Tokyo telah memenangkan Nintendo dan memerintahkan MariCar untuk berhenti menyewakan kostum yang bertemakan hak cipta Nintendo dan membayar 10 juta yen sebagai kompensasi. Namun, mereka tetap diperbolehkan memakai nama MariCar dengan syarat menjauhkan diri mereka dari gim Mario Kart dengan menempelkan stiker “Tidak berhubungan apapun dengan Nintendo” dalam bahasa Inggris dan Jepang.

MariCar dan juga Nintendo meminta banding karena tidak puas dengan keputusan tersebut dan pada Januari 2020, MariCar (sekarang telah berganti nama menjadi Street Kart), diperintahkan untuk membayar 50 juta yen sebagai pelanggaran hak cipta. Street Kart kembali meminta banding, namun Mahkamah Agung Jepang menolak dan mempertahankan kemenangan Nintendo sebelumnya.

Street Kart yang saat ini sedang mengalami kesulitan finansial karena terimbas pandemi COVID-19, sempat mengadakan kampanye urun dana namun gagal dikarenakan banyaknya warga lokal yang tidak mendukung usaha mereka, kemungkinan besar karena merepotkan, mengganggu, atau sangat berisko menimbulkan kecelakaan.

Nintendo sendiri akan menawarkan pengalaman yang hampir mirip via AR di arena Mario Kart AR rollercoaster mereka di Super Nintendo World yang akan dibuka untuk umum pada Februari 2021.


Foto header oleh Marco Verch, dengan lisensi CC-BY