Penjualan PlayStation 5 di Akihabara Berakhir Rusuh

PlayStation 5 Capai Penjualan 3.4 Juta Unit

PlayStation 5 capai penjualan 3.4 juta unit pada 4 minggu pertama penjualan perdananya, tertinggi untuk konsol PlayStation manapun, menurup laporan Digitimes mengutip “sumber dari industri.”

Produksi diharapkan akan capai 16.8 sampai 18 juta unit di tahun 2021 dengan sokongan kapasitas tambahan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan firma layanan back-end, menurut publikasi tersebut.

AMD, yang memproduksi CPU konsol tersebut, melaporkan telah menambah kapasitas pembuatan tambahan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company yang mengizinkan mitra produksi di hilir untuk menambah hasil produksi konsol.

PlayStation 5 selalu habis terjual sejak peluncuran. Di barat, seperti halnya Amerika Utara dan Eropa, mitra retail mengisi ulang stok terbatas mereka secara acak, namun langsung habis terjual. Toko PlayStation Direct di Ameria Utara menerima stok tambahan secara lebih teratur, namun juga selalu langsung habis terjual. Di Jepang, mitra retail secara teratur mengumumkan lotre untuk menjual stok tambahan yang sangat terbatas.

Menurut laporan terakhir Famitsu, total 242.000 unit PlayStation 5 telah terjual di Jepang sampai dengan tanggal 20 Desember.

PlayStation 5 Dual Sense
Pengontrol DualSense dari PlayStation 5

Walaupun prioritas pengiriman utama diberikan ke pasar Amerika Utara dan Eropa di bulan November dan Desember, Sony Interactive Entertainment diharapkan akan mengalokasikan lebih banyak unit PlayStation 5 ke pasar Asia setelah Januari 2021, menurut sumber Digitimes.

PlayStation 5 diluncurkan pada tanggal 12 November 2020 di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan, serta pada tanggal 19 November di beberapa negara terpilih di belahan dunia lain termasuk Eropa, Timur Tengah, Amerika Selatan, Asia, dan Afrika Selatan.

PlayStation 5 akan dirilis resmi di Indonesia pada tanggal 22 Januari 2021. Beberapa toko gim di Indonesia telah membuka pre-order dengan sistem lotre dikarenakan minat yang begitu tinggi dari masyarakat dan stok yang terbatas.


Sumber dari Digitimes lewat Gematsu