Pernyataan Top Hat Studios Mengenai Sensor Sense – A Cyberpunk Ghost Story

Top Hat Studios, pembuat gim Sense – A Cyberpunk Ghost Story telah merilis pernyataan mengenai tuntutan sensor untuk gim besutan mereka yang dirilis pada 25 Agustus 2020 lalu di Steam dan akan segera diluncurkan di Switch eShop pada 7 Januari 2021.

Gim yang pada awal peluncurannya aman-aman saja, ternyata menuai cukup banyak protes mengenai gaya seni yang ditampilkan oleh gim tersebut setelah pengumuman peluncurannya untuk Switch.

Sense - A Cyberpunk Ghost Story oleh Top Hat Studios
Tangkapan layar dari Sense – A Cyberpunk Ghost Story

Top Hat Studios, yang mendapatkan ancaman kematian, akhirnya merilis via Twitter pernyataan mereka mengenai tuntutan tersebut.

Terjemahan Pernyataan Top Hat Studios

“Dengan berita akhir-akhri ini akan rilisnya Sense – A Cyberpunk Ghost Story di Nintendo Switch, kami menyadari banyaknya pesan-pesan dan tuntutan-tuntutan untuk rilis konsol gim tersebut yang berdasarkan pada kebohongan (klaim yang menyatakan bahwa gim tersebut adalah ‘pronografi’, ‘mendorong kekerasan’, atau yang lebih konyol lagi, ‘melawan hukum’).

Lebih lagi, beberapa suara telah berusaha untuk membuat penjualan gim tidak baik melalui tuntutan sensor yang diarahkan ke gaya seni pengembang via ‘pengeboman ulasan’ dan/atau merisak distributornya. Sebagai tambahan, kami juga menerima ancaman kematian dari mereka yang merasa terancam oleh, secara esensial, keputusan estetis bagaimana piksel diatur di atas layar.

Walaupun kami kecewa atas perilaku tersebut, kami tentu saja tidak terkejut.

Mari kami perjelas mengenai hal ini – kami tidak akan menyensor gim tersebut hanya karena kumpulan orang-orang egois yang hanya perduli pada keangkuhan mereka.

Kami sangat menolak mentah-mentah untuk membatasi kebebasan berekspresi. Kreator seharusnya diberikan kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka, terutama ketika itu mengenai ekspresi subkultur yang telah mereka kenal dan dalami sejak lama.

Sebagai gim cyberpunk, Sense menggunakan gambar dan tema yang berhubungan dengan sebuah masa depan dimana gambar-gambar hyper-komersialisasi, komodifikasi berlebihan, adalah bagian dari tema dan inspirasi tersebut. Semua ini tergambar untuk seluruh karakter.

Walaupun begitu, kami mengamini bahwa seluruh pernyataan kami tidak akan diperdulikan oleh mereka yang telah menyerang kami atas dasar ‘berbahaya’ dan entah bagaimana menyebabkan ‘kekerasan dan rasa sakit.’

Mereka yang percaya kata-kata atau gambar-gambar dapat menyebabkan ‘kekerasan’ mungkin harus berhenti menyemburkan kebencian mereka, retorika yang salah, dan juga berhenti mensokong ancaman kematian kepada yang mereka tidak setujui.

Kami menolak seluruh yang telah disebutkan mengenai karakterisasi gim kami dan juga ingin untuk menyatakan sekali lagi prinsip kami yang menolak untuk turut campur mengenai kebebasan ekspresi kreator.

Dan sekali lagi, kami menyatakan kalau gim ini telah diberikan rating ESRB M (17+) / PEGI 18. Gim ini tidak ditujukan untuk segala umur, dan tidak pula ‘melanggar hukum’ apapun, seperti yang dengan konyolnya dklaim oleh beberapa komentar di sosial media.

Rating gim tersebut mewakili sasaran usia pemain, dan kenyataan ini terlewat begitu saja bagi mereka yang telah digiring oleh usaha pemberatasan yang buta melawan persepsi palsu mereka.

Sekali lagi, Sense – A Cyberpunk Ghost Story, memiliki rating ESRB M (17+) / PEGI 18. Gim akan dirilis seperti rencana, dan tanpa sensor, pada tanggal 7 Januari 2021 untuk Nintendo Switch. Gim dapat di preorder dan pre-loaded sekarang di Nintendo eShop.

Gim telah lulus QA di platform lain dan tanggal rilis sedang diputuskan.

Gim ini tidak akan disensor. Kami menolak mentah-mentah.”

Sense – A Cyberpunk Ghost Story telah dirilis di Steam dan akan dirilis di Nintendo Switch eShop pada tanggal 7 Januari 2021.