Ulasan Spiritfarer

Tanggal Rilis
18 Agustus 2020
Penerbit
Thunder Lotus Games
Dimainkan di
Steam

Gim swaterbit dari Thunder Lotus Games yang dirilis pada tanggal 18 Agustus 2020 ini benar-benar mengambil perhatian banyak orang dan para kritikus. Beruntung pada awal tahun baru kemarin, gim ini diberikan diskon yang cukup menarik di Steam dan saya berkesempatan untuk mengulasnya. Berikut ulasan Spiritfarer yang sebisa dan sejauh mungkin dipersembahkan bebas dari bocoran apapun.

Spiritfarer bercerita tentang Stella, seorang wanita muda, dan juga Daffodil, kucingnya yang juga bisa Anda mainkan sebagai alternatif avatar pemain Anda, yang menggantikan peran Charon sementara, sebagai yang menyeberangkan para roh-roh ke alam kematian dari gerbang Everdoor di sungai Styx .

Premis yang diberikan sudah cukup menarik, namun dibuat semakin menarik dengan manajemen simulasi, atau lebih tepatnya, manajemen sumber daya, di gim ini.

Manajemen Sumber Daya

Selain diberikan kesempatan untuk meningkatkan besarnya kapal, Anda juga bisa membuat pemecah es, pemecah batu, lampu, menambah kecepatan kapal, dan lain sebagainya.

Namun inti gameplay dari Spiritfarer adalah apa yang bisa Anda isi di atas kapal Anda. Mulai dari kebun, sawah, kandang kambing, kandang sapi, bengkel pandai besi, dapur -yang sangat berguna untuk membuat makanan bagi para roh-, dan masih banyak lainnya.

Manajemen fasilitas-fasilitas di ulasan Spiritfarer.

Fasilitas-fasilitas yang Anda bangun inilah yang nantinya bisa Anda gunakan untuk manajemen sumber daya dan crafting/membuat barang-barang yang akan Anda butuhkan dalam perjalanan baik untuk kebutuhan utama, ataupun kebutuhan tambahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

Anda juga bisa meningkatkan lagi fasilitas-fasilitas tersebut dengan cetak biru yang bisa Anda temukan selagi bertualang mengelilingi sungai dengan perahu (kapal) Anda dan singgah ke banyak sekali pulau-pulau yang tersebar di sungai tersebut, yang tentu saja terkadang memberikan subquests dari para roh-roh yang tinggal di pulau tersebut.

Beberapa sumber daya dapat didapatkan via gim mini di Spiritfarer. Gim-gim mini ini terasa sangat menyenangkan ketika dimainkan karena kontrol Stella/Daffodil yang sangat baik untuk gim dengan jenis ini dan akan jauh lebih menyenangkan lagi ketika Stella mendapatkan “jurus-jurus” tambahan dari kuil-kuil yang ada di gim, seperti double jump, bounce, dan banyak lainnya.

Dan ada satu gim mini yang akan membuat Anda terperangah karena sangat indah, sebuah keajaiban audio visual, setelah mendapatkan roh tertentu. Saya tidak pernah alpa memainkan gim mini ini ketika sampai ke titik bermainnya di peta.

Ada lagi yang bisa Anda bangun, yaitu rumah tempat tinggal para roh-roh yang akan Anda bawa dan bantu menyeberangkan ke alam kematian. Roh-roh inilah yang menurut saya seharusnya bisa memberikan “hati” dan arti untuk Spiritfarer.

Roh di Spiritfarer

Roh-roh di Spiritfarer, seperti halnya manusia, memiliki sifat-sifat yang beragam dan menurut saya pribadi, ini yang membuat gim ini sangat menarik namun juga sangat menyebalkan.

Tidak jarang saya menitikkan air mata ketika ada roh yang sudah siap untuk pergi setelah saya menyelesaikan quest-quest dari mereka dan mengisi rumah mereka dengan perabotan-perabotan yang mereka inginkan.

Namun seperti yang sudah saya tuliskan di atas, sifat-sifat yang beragam ini seperti pedang bermata dua, karena beberapa roh membuat gim ini menjadi amat-sangat tidak menyenangkan. Seperti halnya Bruce & Mickey yang sangat banyak menuntut, menghancurkan mood roh yang lain, tanpa memberikan timbal balik apapun.

Apabila Bruce & Mickey dirancang untuk tidak tinggal terlalu lama di kapal tentu tidak terlalu memberatkan dan justru membuat tantangan baru yang sangat baik untuk gim, seperti membuat resep makanan yang sesuai dengan selera Bruce & Mickey yang membutuhkan dua jenis bahan masakan dan tanpa bahan-bahan dari laut, atau permintaan absurd mereka seperti tempat tinggal yang sangat besar dan memakan tempat.

Namun tidak, entah kenapa tim pengembang memutuskan untuk membuat Bruce & Mickey untuk tinggal lebih lama di kapal dengan quest yang membutuhkan waktu hingga dekat dengan akhir gim dan membuat mood roh-roh yang lain berantakan. Setidaknya turun satu tingkat karena merasa dirisak oleh duo menyebalkan ini.

Saya yang sangat bahagia dengan gim ini merasa kenikmatannya lumayan hancur ketika duo ini tinggal terlalu lama di kapal. Pun ketika mereka memutuskan untuk menyeberang ke alam kematian melalui Everdoor, kata-kata yang mereka berikan tidak menarik dan datar sehingga membuat semuanya terasa hambar.

Beberapa latar belakang para roh hanya bisa dibaca di digital artbook terpisah seharga 70.000 Rupiah, ini pula yang terkadang dapat membuat beberapa roh terkesan sedikit hambar karena saat diajak berbicara lebih banyak meracaunya daripada cerita tentang masa lalunya ketika hidup.

Namun ini bukan kesalahan dari pengembang dan penerbit melainkan ketidak-mampuan saya untuk membelinya dan ini tidak masuk ke penilaian saya terhadap Spiritfarer.

Namun untungnya roh-roh seperti Atul, Alice, Giovanni, dan masih banyak lainnya benar-benar membuat bermain Spiritfarer dan menyelesaikan quest-quest dari para roh menjadi sangat berarti dan membuat perpisahan dengan para roh tersebut sangat berat dan tak jarang membuat saya menangis dan bahkan terkadang sedikit marah ketika saya memberikan pelukan (atau gagal memberikan pelukan) yang terakhir kalinya bagi mereka.

Dan untungnya lagi, sepertinya para pengembang mengetahui hal tersebut (Bruce & Mickey, uhuk!) dan mengizinkan pemain untuk menyelesaikan permainan sebelum menyelesaikan satu-dua roh yang masih tersisa.

Saya memutuskan untuk menyelesaikan gim pada putaran pertama dan mengirimkan seluruh roh (kecuali satu yang memang tidak bisa dikirimkan) pada putaran kedua. Keduanya tidak memberikan perbedaan berarti kecuali rasa senang sudah terbebas dari karakter yang saya sangat tidak sukai.

Kesimpulan

Mungkin ulasan saya untuk Spiritfarer agak sedikit aneh karena saya menghabiskan lebih dari dua paragraf untuk mengeluh mengenai Bruce & Mickey dan saya meminta maaf untuk hal tersebut karena memang itulah yang saya rasakan sangat mengganggu dari gim yang sangat menarik untuk dimainkan ini dengan kontrol dan animasi yang sangat baik.

…kecuali mungkin pada saat-saat tertentu seperti ketika saat salah menambang yang mengakibatkan sebuah rangkaian animasi yang cukup panjang berjalan sehingga membuang banyak waktu.

Namun demikian, gim ini merupakan salah satu pembelian terbaik saya. Dengan sistem manajemen sumber daya sebagai inti dari permainannya, Spiritfarer menawarkan sesuatu yang lain dari pakem yang biasanya ada untuk gim sejenisnya: Hati.

Keinginan saya untuk memainkan gim ini sekali lagi untuk mengantarkan Mickey & Bruce pergi karena rasa sebal dan benci saya terhadap mereka, kemarahan saya yang tidak terbendung terhadap Atul, kesebalan saya yang tiba-tiba hilang untuk Giovanni, Spiritfarer sukses membuat saya seperti menaiki kereta luncur yang dipenuhi oleh beragam emosi.

Spiritfarer sukses memanusiakan saya.


Perhatian dan Sangkalan

Bagi para penderita oidiofobia, harap berhati-hati karena ada karakter yang berdasarkan ular dan beberapa desain ular.

Saya cukup berkeringat dingin ketika memainkannya saat karakter tersebut ada karena saya juga penderita ofidiofobia yang mengakibatkan saya menutupi layar dengan kertas atau tidak melihat layar ketika memainkannya saat karakter tersebut ada karena jari saya menjadi sulit bergerak/kaku.

Namun fobia saya tidak menjadi alasan untuk mengurangi penilaian saya terhadap gim ini karena ini masalah pribadi saya dan bukan salah gim.

Ulasan Spiritfarer
Kesimpulan
Gim ini merupakan salah satu pembelian terbaik saya. Dengan sistem manajemen sumber daya sebagai inti dari permainannya, Spiritfarer menawarkan sesuatu yang lain dari pakem yang biasanya ada untuk gim sejenisnya: Hati.
Kontrol yang sangat baik untuk gim sejenisnya
Crafting yang menyenangkan dan tidak membuat stres
Karakter-karakter yang menyentuh hati
Animasi yang tidak mungkin tidak membuat tersenyum
Bruce & Mickey
Bruce & Mickey (Lagi! HIH!)
Beberapa perpisahan terkesan kurang mengena
Beberapa animasi tertentu yang terkadang terlalu panjang sehingga membuang waktu
8